Tidak Profesional, KPU Kota Bekasi Kotakan Jurnalis

administrator 15 Desember 2017 daerah
imgdetail2017121517210058.jpg

 

Bekasi -  Acara pelaksanaan Sosialisasi Tatap Muka dengan Media oleh Komisi Pemilihan Umum(KPU) Kota Bekasi tidak sesuai aturan sebagai penyelenggara. 

Pasalnya, saat pengisian buku tamu, terkesan adanya pengkotak katakan terhadap media yang seolah olah diatur oleh satu media yang menjadi peserta dalam sosialisasi. 

"Data ini dapat dari Media Cenderung Kau, dan nama inilah yang terdaftar, "ujar salah satu panitia didepan yang sudah menyediakan segala sesuatu kepada orang yang diundang dalam sosialisasi. 

Kekecewaanpun terjadi, beberapa media meninggalkan lokasi karena dianggap tamu tidak diundang, sementara kegiatan adalah sosialisasi dengan Media, yang diduga menggunakan anggaran uang Negara. 

Dalam sambutan ya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi berharap peran media, baik cetak maupun elektronik untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai tahapan dan penyelenggaraan Pemilihan Wali Kota/Wakil Wali Kota Bekasi dan Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur tahun 2018.

“Kita berharap media sebagai penyambung lidah dan corong informasi untuk dapat menginformasikan kepada masyarakat mengenai tahapan pilkada. Itu dimaksudkan agar tidak terjadi kekeliruan dan dapat memberikan informasi dengan benar kepada masyarakat mengenai tahapan pilkada,” ujar  Ketua KPU Kota Bekasi Ucu Asmara pada pada awak media saat membuka kegiatan sosialisasi tatap muka dengan Media Pilkada serentak dan tentang pemutakhiran data pemilih dan jadwal penyelenggaraan pemilihan Tahun 2018 di Rumah Makan Margajaya Kamis, (14/12). 

Ucu mengatakan, sesuai dengan undang-undang dan aturan yang ada, sampai saat ini, KPU Kota Bekasi ada  tidak keluar dari tahapan atau jadwal yang telah disusun, baik tentang pemilihan Kepala Daerah tahun 2018 maupun tentang pemilihan umum tahun 2019.

“Tahapan yang telah disusun dan dijadwalkan sesuai dengan aturan yang ada, tidak mungkin berubah. makanya tugas kita bersama kalau ada informasi yang melenceng dimasyarakat mengenai tahapan pilkada, media dapat meluruskan informasi tersebut,” katanya.

Dikatakannya, untuk mensukseskan pilkada, bukan hanya tugas KPU saja, tetapi tugas kita semua. Untuk itu, peran media sangat penting untuk bersama-sama mengawal tahapan penyelenggaraan pilkada. “Kita harap rekan media untuk sama-sama mengawal tahapan pilkada. Informasi harus disampaikan dengan benar agar tidak terjadi kekeliruan di masyarakat,” ujarnya. 

Usai sosialisasi, puluhan wartawan yang tidak tercatat(tidak diundang)  konfirmasi dengan Ketua KPU Kota Bekasi mengatakan bahwa urusan seperti itu adalah bukan urusan Komisi oleh, adalah bagian dari Media Center sambil berlalu kedalam mobil. 

Perdebatan antara media dengan panitia semakin panas, panitia mengatakan kok jadi media urusan kita, Ujarnya. Red

Berita pilihan

iklan12018090420_IMG-20180904-WA0015.jpg