Warga Mengeluh Semrawut Kendaraan Traffic Light Galaxi - Jakapermai

administrator 18 Desember 2017 daerah
imgdetail2017121817280074.jpg

 

 

Bekasi - Sejumlah warga Kelurahan Jakasetia, Bekasi Selatan mengeluhkan semrawutnya kendaraan yang melintasi Traffic Light Galaxy - Jakapermai semenjak diberlakukannya penutupan jalan oleh Dinas Perhubungan Kota Bekasi sekitar bulan November lalu akibat pembangunan tol Bekasi - Cawang - Kampung Melayu.

Sebagai informasi, pengguna jalan dari arah Galaxy yang biasanya dapat langsung menembus ke Jakapermai setelah melalui lampu merah, kini harus memutar jauh melewati jalur pinggir Kalimalang dan memutar arah di Kampung Dua, Bekasi Barat.

Perwakilan Forum Komunikasi Rukun Warga (FKRW) Kelurahan Jakasetia, Agus M Jamal mewakili aspirasi masyarakat khususnya warga Jakasetia, Bekasi Selatan meminta kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi untuk segera bisa meninjau ulang rekayasa lalu lintas karena kerap menimbulkan kemacetan di lingkungan perumahan dan mengganggu aktivitas warga.

"Semrawutnya jalan disana akibat pengalihan lalu lintas, tepatnya didepan LIA sampai Superindo Jaka Permai dan itu sangat menggangu aktifitas warga. Ditambah adanya pembangunan infrastruktur yang hingga kini belum selesai makin memperparah saja kondisi jalan disana," ungkapnya, Senin, (18/12/2017).

Menurutnya, salah satu faktor utama penyebab kondisi jalan yang tidak beraturan tersebut ialah adanya kepentingan operasional Tol Becakayu yang kini sudah beroperasi.

Untuk itu, dirinya pun berharap kepada Dishub Kota Bekasi agar kondisi pengalihan lalu lintas di Jalan Raya Galaxy tersebut bisa dikembalikan seperti semula.

Selain kondisi kemacetan yang tidak beraturan di sisi Selatan Galaxy, warga juga mengeluhkan kondisi banjir yang terjadi di sisi Utara Galaxy, tepatnya di Jalan Galaxy Raya akibat adanya saluran air yang tersumbat.

"Jadi, ada saluran air yang tersumbat total digorong-gorong depan Ex Kantor Pemasaran Galaxy di Gerbang Utara Galaxy Raya. Akibatnya air limbah naik kejalan dan sebagian mengalir ke parkiran ruko depan Soto Bang Nawi, sehingga terlihat kotor dan jorok,"

"Kami juga menemukan endapan lumpur yang sangat tebal di gorong-gorong sepanjang Venus Karaoke sampai dengan Plaza Galaxy, banyak saluran yang dangkal jadi mudah tersumbat dan buntu, apalagi intensitas hujan sudah mulai tinggi belakangan ini," jelas Agus.

Maka dari itu, dirinya juga meminta kepada dinas terkait, dalam hal ini Dinas PUPR Kota Bekasi untuk bisa segera menangani hal tersebut.( red)

Berita pilihan

iklan12018090420_IMG-20180904-WA0015.jpg