Ditanya Soal Kartu Sehat dan Ganjil Genap, Ini Jawaban Pepen

administrator 16 Maret 2018 politik
imgdetail2018031621320060.jpg

IKMBS Memberikan Kalung Kepada Rahmat Effendi

Bekasi Selatan - Bukan Rahmat Effendi namanya jika menjawab pertanyaan warga secara blak-blakan. Begitu juga saat dicecar pertanyaan terkait masa berlaku Kartu Sehat Berbasis NIK yang menjadi program andalannya saat menjabat Wali Kota Bekasi, dan terkait pemberlakuan sistem ganjil genap di Kota Bekasi.

 

Pertanyaan tersebut disampaikan Ketua IFC, Intan Sari Geny, saat Rahmat Effendi menghadiri peringatan ulang tahun Ikatan Keluarga Minang Bekasi Sekitarnya (IKMBS) ke-43 si Revo Town Square, Bekasi Selatan. Kedua pertanyaan itu langsung dijawab secara lugas oleh Rahmat Effendi yang maju sebagai Calon Wali Kota Bekasi pada Pilkada Kota Bekasi tanggal 27 Juni mendatang.

 

Terkait Kartu Sehat Berbasis NIK, Rahmat Effendi yang akrab disapa Pepen menyatakan rencananya untuk merubah masa berlaku Kartu Sehat dari setiap tahun anggaran menjadi lima tahun. "Saya yakin Pemerintah Kota Bekasi tetap memiliki komitmen terkait pelayanan kesehatan untuk masyarakat," tegasnya.

 

Perubahan masa berlaku Kartu Sehat ini, menurut Pepen, untuk mempermudah proses pelayanan kesehatan untuk masyarakat, sehingga masyarakat tidak perlu riber lagi memperpanjang masa berlaku Kartu Sehat setiap tahun sekali.

 

Sedangkan terkait sistem ganjil genap untuk kendaraan dari Kota Bekasi yang hendak masuk Tol Cikampek arah Jakarta, Pepen melontarkan sedikit guyonan. "Saya keburu istirahat, kalau saya masih menjabat, dipastikan tidak akan ada sistem ganjil genap di Kota Bekasi," ulas dia.

 

Lebih lanjut Pepen lalu mengingatkan pemerintah pusat terkait hasil perolehan pajak kendaraan bermotor dari masyarakat Kota Bekasi terbilang paling tinggi. "Masyarakat Kota Bekasi sebagai penyumbang paling besar untuk peolehan pajak kendaraan bermotor di Jawa Barat," katanya. (Mulyono)

Berita pilihan

iklan12018090420_IMG-20180904-WA0015.jpg