Hidup Rukun Lintas Agama, Umat Hindu di Kota Bekasi Puji Kinerja Rahmat Effendi

administrator 18 Maret 2018 politik
imgdetail2018031820390033.jpg

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia, I Gusti Made Rudhita, Saat Mengundang Rahmat Effendi untuk Berdialog Bersama Para Pengurus Perkumpulan Umat Hindu yang ada di Kota Bekasi 

Bekasi Barat - Perwujudan Kota Bekasi Ihsan telah diimplementasikan Rahmat Effendi saat masih menjabat Wali Kota Bekasi periode 2013-2018 melalui pencanangan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Kota Bekasi. Dampaknya, masyarakat Kota Bekasi kini bisa hidup berdampingan meski saling beda keyakinan dan agama dan mendapat pengakuam dari Komnas HAM.

Kerukunan hidup beragama yang harmonis di Kota Bekasi membuat masyarakat merasa nyaman dan damai. Wajar saja jika banyak kalangan yang mengapresiasi kinerja Rahmat Effendi yang dinilai mampu memyatukan umat dalam tatanan kehidupan yang menjunjung tinggi toleransi antat umat beragama.

Salah satu pujian ini disampaikan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia, I Gusti Made Rudhita, saat mengundang Rahmat Effendi untuk berdialog bersama para pengurus perkumpulan umat Hindu yang ada di Kota Bekasi, Minggu (18/3).

"Luar biasa di bawah kepemimpinan Pak Rahmat Effendi saat menjabat Wali Kota Bekasi. Umat Hindu disini tidak merasa ketakutan sebagai penganut agama minoritas, dan kita merasa bahagia bisa hidup berdampingan dengan umat agama yang lain," papar I Gusti Made Rudhita.

Dia menyebutkan sebanyak 27.482 jiwa umat Hindu yang tinggal di wilayah Kota Bekasi. "Yang pasti umat Hindu yang berdomisili di Kota Bekasi akan ikut berkontribusi dalam pembangunan di bawah kepemimpinan Pak Rahmat Effendi," ujarnya.

Menanggapi pujian ini, Rahmat Effendi menyatakan keberhasilan menjaga kerukunan hidup antar-umat beragama di Kota Bekasi merupakan bentuk konsekwensinya sebagai kepala daerah yang berdiri di atas seluruh umat, bukan hanya satu suku atau umat beragama. "Pemimpin harus berdiri di semua kaki umat, dan memberikan posisi yang sama terhadap hak dan kewajiban selaku warga negara," paparnya.

"Tidak ada perbedaan, semua memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk ikut berperan serta dalam membangun Kota Bekasi," ujarnya. (Mulyono)

Berita pilihan

iklan12018090420_IMG-20180904-WA0015.jpg