Proyek Kereta Api Cepat, Musyawarah Harga Ganti Rugi Tanah Terus Berjalan

administrator 13 April 2018 daerah
imgdetail2018041314270025.jpg

 

Bekasi Selatan - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bekasi bersama PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) terus melakukan musyawarah dengan warga penilik lahan yang akan dibebaskan untuk proyek pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung. Musyawarah ini terkait ganti rugi atas pembebasan lahan milik warga yang tersebar di beberapa wilayah kecamatan di Kota Bekasi.

Sebelumnya, PT PSBI selaku pemohon lahan sudah melakukan pembayaran terhadap 29 bidang tanah. Pembayaran uang ganti rugi yang dilakukan di Kantor BPN Kota Bekasi ini diberikan secara langsung kepada masing-masing pemilik lahan.

Meski demikian, masih banyak warga Kecamatan Bekasi Selatan yang belum sepakat terkait nilai ganti rugi lahan ini. Akibatnya, mereka masih enggan melepaskan lahan milik mereka sampai harga pembebasan lahan mereka anggap cocok.

Hal ini diakui Camat Bekasi Selatan, Tajudin, saat diajak berbincang, Kamis (12/4) sore. Menurut dia, masih banyak warga yang tidak sepakat dengan harga pembebasan lahan yang ditentukan.

"Banyak warga yang berlum sepakat karena memang harganya belum cocok. Mwnurut warga, harga yang ditawarkan masih terlalu rendah," papar Tajudin.

Tajudin menyebut baru dua orang warga dari Kelurahan Jakamulya yang melepas lahan mereka untuk digunakan dalam pembangunan trase dan stasiun kereta api cepat Jakarta-Bandung. Padahal, imbuh dia, ada empat kelurahan di Bekasi Selatan yang terkena dampak rencana pembangunan kereta api cepat ini, yakni Kelurahan Jakamulya, Pekayonjaya, Jakasetia dan Kelurahan Margajaya.

Menanggapi hal ini, Natal Argawan Pardede dari PT PSBI menjelaskan pihaknya masih menunggu keputusan warga. "Kami berharap warga dapat menerima harga yang telah disampaikan oleh Appraisal Independen," tulis Pardede mellaui aplikasi pesan singkat.

Sedangkan Kepala BPN Kota Bekasi Muhammad Irdan menegaskan pihaknya terus mengikuti rangkaiab musyawarah dengan warga agar ada kesepakatan terkait harga pembebasan lahan. "Hari ini ada tiga tempat saya lakukan musyawarah di Pekayonjaya, Jatibening dan Kantor BPN Kota Bekasi," ujar Irdan melalui pesan singkatnya, Kamis (12/4) malam.

Irdan lalu menyampaikan kabar akan ada pembayaran uang ganti rugi lahan kepada 100 warga pemilik lahan. "Rabu depan ada hampir 100 orang akan menerima UGR (uang ganti rugi-red) dan kita juga akan mengundang Kakanwil BPN Jawa Barat termasuk Kajati Jawa Barat dan Kajari Kota Bekasi," pungkasnya. (Adv - Mulyono)

Berita pilihan

iklan12018090420_IMG-20180904-WA0015.jpg