Kompensasi Sampah Molor, Raihan PBB Jadi Kendor

administrator 16 April 2018 daerah
imgdetail2018041609190013.jpg

 

Bantargebang - Laksana satu tradisi di setiap awal tahun, proses pencairan dana kompensasi sampah TPST Bantargebang kerap kali molor. Kondisi ini menimbulkan beragam reaksi keras dari kalangan masyarakat Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, yang terkesan harus berteriak lebih dahulu untuk menuntut hak mereka.

Hampir setiap hari, masyarakat bertanya, kapan dana kompensasi sampah cair? Hampir setiap hari masyarakat bertanya, mengapa dana kompensasi sampah belum juga cair?

Hal ini diakui Ketua RT 005 RW 03 Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Pa'ing Sunaryo.  Menurut dia, ada saja warga yang datang menemuinya dan bertanya tentang molornya pencairan dana kompensasi sampah TPST Bantargebang yang seharusnya sudah mereka terima secara tunai dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akibat dari dampak pengelolaan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

"Selalu saja ada warga yang datang ke saya dan bertanya, kenapa setiap awal tahun proses pencairan dana kompensasi sampah selalu molor? Padahal saat ini sudah memasuki triwulan kedua," ungkap Pa'ing Sunaryo, Minggu (15/4) malam.

Menurut Pa'ing, di lingkungan RT 005 RW 03 Cikiwul tercatat sebanyak 264 kepala keluarga yang berhak menerima dana kompensasi sampah secara tunai. Dia lalu menyatakan lambannya proses pencairan dana kompensasi sampah ini berdampak terhadap proses peraihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di lingkungannya. Biasanya, kata dia, warga membayar PBB dari hasil pencairan dana kompensasi sampah triwulan I yang mereka terima.

"Makanya saat saya bertanya kepada warga, sudah bayar PBB atau belum? Ada saja warga yang menjawab, gimana mau bayar PBB, uang bau saja belum cair. Karena memang disini seperti sudah jadi kebiasaan, warga membayar PBB saat mereka menerima dana kompensasi sampah triwulan I," papar Pa'ing.

Pa'ing kuatir molornya proses pebcairan dana kompensasi sampah akan berdampak terhadap peraihan PBB di wilayah Kecamatan Bantargebang pada umumnya. "Karena itu kami berharap agar Pemprov DKI Jakarta atau Pemkot Bekasi segera mencairkan dana kompensasi sampah yang memang sudah menjadi hak masyarakat Kecamatan Bantargebang," pungkasnya. (Mulyono)

Berita pilihan

iklan12018090420_IMG-20180904-WA0015.jpg