Tendensius Bunuh Karakter Pepen, Ketum IFC Sesalkan Sikap Paslon 2

administrator 03 Mei 2018 politik
imgdetail2018050319530032.jpg

Acara Debat Publik Di Hotel Santika Harapan Indah Pasangan Rahmat Effendi - Tri Adyanto dan Nur Suprianto - Adhy Fridaus

Bekasi -Banyak pihak yang menyayangkan adanya kericuhan yang sempat mewarnai ajang Debat Pilkada Kota Bekasi antara pasangan Rahmat Effendi dan Tri Adhianto (Pepen-Tri) selaku pasangan calon kepala daerah nomor urut 1 dengan pasangan Nur Supriyanto dan Adhi Firdaus (NF) selaku pasangan calon kepala daerah nomor urut 2. Padahal melalui kegiatan yang dilaksanakan Kamis (3/5) ini, masyarakat Kota Bekasi ingin mendengarkan visi dan misi  calon pemimpin mereka dengan cara penyampaian yang memiliki tingkat intelektualitas tinggi.

Salah satu bentuk kekecewaan itu dilontarkan Ketua Umum Indonesia Fight Corruption (IFC), Intan Sari Geny, yang hadir sebagai tamu undangan. Dia lantas menyesalkan sikap pasangan calon (Paslon) nomor urut 2 yang terlalu tendensius menyerang karakter Rahmat Effendi secara pribadi.

"Saya hadir tentunya ingin mendengarkan, apa sih yang menjadi visi dan misi para Paslon saat memimpin Kota Bekasi nanti. Bukannya saling menyerang program dong. Dari situ saya bisa melihat Pak Nur Supriyanto tidak memiliki seni politik yang santun dan beretika," papar Intan.

Sebagai calon pemimpin, Intan mengingatkan, seharusnya paslon nomor urut 2 bisa memberikan kesejukan kepada masyarakat Kota Bekasi dengan sikap intelektual yang bersahaja bukan sekedar menyerang keberhasilan program yang sudah dijalankan lawan politiknya. "Lebih intelek jika Pak Nur Supriyanto menyampaikan ide atau gagasan baru demi membangun Kota Bekasi, bukan hanya bisa menjelek-jelekkan program yang sudah dilaksanakan Pak Pepen. Menurut saya, Nur Supriyanto sama saja sudah tendensius membunuh karakter Pak Pepen," ungkapnya.

Intan juga membantah Rahmat Effendi sudah emosi dalam menyikapi pertanyaan Nur Supriyanto soal Trans Patriot. "Saya hadir dan saya duduk di kursi yang termasuk barisan depan. Setahu saya Pak Pepen tidak emosi kok," ulasnya Intan yang juga selaku Sekretaris Ikatan Pemuda Minang (IPM) Kota Bekasi ini.

"Yang saya tahu, saat itu Pak Pepen langsung mendatangi moderator atau pembawa acara. Pak Pepen menilai pertanyaan Nur Supriyanto terkesan menyerangnya secara pibadi, dan Pak Pepen kuatir pertanyaan itu akan menyulut kericuhan antar-pendukung," jelasnya. (Mulyono)

Berita pilihan

iklan12018090420_IMG-20180904-WA0015.jpg