Tokoh Muda Bekasi Minta Kapolres Cepat Sikapi Isu Hoax Rilis KPK

administrator 05 Juni 2018 politik
imgdetail2018060521490061.jpg

Tokoh Muda Bekasi Audensi dengan Kapolres Bekasi Kota

Maraknya berita-berita bohong atau yang lebih dikenal dengan sebutan Hoax jelang Pemilihan Wali Kota Bekasi tahun 2018, membuat sejumlah masyarakat dan tokoh muda siap mendeklarasikan diri untuk menyatakan anti Hoax demi terciptanya Pemilu Damai.

Seperti diketahui, dalam sebulan terakhir Kota Bekasi diterpa banyak isu Hoax yang meresakan masyarakat, Seperti Isu Selembaran Santa Clara, Perang Salib dan yang terakhir yaitu selembaran yang mengatasnamakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sudah tersebar di beberapa media sosial

Menanggapi hal Itu, Perwakilan Tokoh Muda Bekasi Seperti,  Intan Sari Geny  (Ketua Indonesia Fight Corruption), Ali Imam Faryadi, (Ex ketua GMNI Bekasi),  Ady Yunsah (Ketua MPI DPD KNPI Kota Bekasi)  dan M. Jufry (Ketua GP ANSHOR Kota Bekasi) mendatangi Polres Metro Bekasi untuk bertemu langsung Kapolres Bekasi, Kombes Pol Indarto untuk mendeklarasikan gerakan  anti Hoax yang akan terus digemakan oleh tokoh pemuda Kota Bekasi

Salah satu Perwakilan, Intan Sary Geny mengatakan, dengan jaman serba canggih selama ini informasi hoax gampang sekali di beberapa media sosial seperti Instagram, Facebook, Tweeter bahkan akun-akun Channel youtube.

“Deklarasi Hoax antar Paslon sudah dilakukan, tapi mengapa dalam sebulan terakhir saya lihat Kota Bekasi diterpa isu hoax sampai 3 kali, dan yang lebih parah lagi ada yang bawa bawa lembaga negara, ini ada apa,” ungkap Intan kepada Bekasisatu.com, Selasa (05/06/18)

Hal tersebut langsung ditanggapi langsung Kombes Pol Indarto, dirinya sangat mengapresiasi deklarasi anti Hoax yang terus digemakan tokoh pemuda di Kota Bekasi.

“Dengan kejadian seperti ini, Pihak Polres Kota Bekasi sudah membuat Satuan Petugas (Satgas) Anti  Hoax untuk meminimalisir informasi yang dapat memecah kerukunan umat antar Agama, Ras dan Golongan,” ungkapnya.

Dirinya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Bekasi untuk dapat bersama – sama menolak penyebaran berita bohong baik melalui media cetak maupun elektronik.

“Hati – hati sebelum mengirim ulang informasi yang diterima terutama melalui media sosial, cerna dulu apakah berita itu benar dan tidak merugikan orang lain. Karena ada hukum yang berlaku bagi orang yang menyebarkan informasi yang tidak benar,” tutupnya. (Red)

Berita pilihan

iklan12018090420_IMG-20180904-WA0015.jpg