Romi Payan Siapkan Program Pemberdayaan Pedagang Pasar Tradisional di Kota Bekasi

administrator 12 Juni 2018 daerah
imgdetail2018061210540018.jpg

Romi Payan Siapkan Program Pemberdayaan Pedaggang

Bekasi Selatan - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi terus berupaya merubah sudut pandang masyarakat terhadap pasar tradisional. Bukan hanya sebagai tempat transaksi jual-beli, pasar tradisional dinilai memiliki potensi menjadi penopang utama dalam menyelesaikan persoalan-persoalan di bidang ekonomi.

Hal ini ditegaskan Kepala Bidang Pasar pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi, Romi Payan, SE, MM, saat berbincang dengan bekasicenter.com, belum lama ini. Jika dikelola dengan maksimal, kata dia, banyak pemberdayaan yang bisa dilaksanakan pemerintah daerah di pasar-pasar tradisional.

Sebagai implementasi, Romi telah menyiapkan beberapa program pemberdayaan peningkatan pelayanan di pasar tradisional yang ada di Kota Bekasi. Dengan program pemberdayaan ini, ia berharap Pemkot Bekasi menjadi salah satu aktor ekonomi utama untuk menyelesaikan persoalan-persoalan ekonomi di Kota Bekasi.

"Selain itu, kami juga ingin meningkatkan dukungan dan kualitas kelembagaan serta memantapkan pelaksanaan koordinasi atas penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam bidang pengelolaan pasar melalui upaya optimalisasi penghimpunan dana dari pungutan retribusi pasar guna mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah. Jika dikelola dengan baik, kami yakin pasar tradisional memiliki potensi besar dalam hal peningkatan PAD Kota Bekasi," ulas Romi.

Untuk itu, Romi menilai pentingnya program pemberdayaan yang dilakukan kepada seluruh pedagang pasar tradisional, demi memberikan motivasi mereka untuk mendukung program dari Pemkot Bekasi. "Program pemberdayaan ini sejalan dengan sasaran kami untuk meningkatkan pelayanan serta mengoptimalkan kegiatan pemberdayaan pedagang pasar dengan kebijakan pemberian bantuan dana bergulir di pasar, sehingga terwujud konsep pasar yang bebas dari jerat rentenir sekaligus kesejahteraan masyarakat pedagang pasar meningkat," tegasnya.

Yang terpenting, kata Romi, penataan pasar tradisional menjadi syarat mutlak dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat pengunjung sehingga merasa nyaman saat berbelanja. "Penierapan teknologi informasi juga kami upayakan untuk terwujudnya basis data pasar yang simpel, akurat dan terpercaya dengan mengoptimalkan pelayanan secara prima serta berbasis online kepada semua pengguna pasar serta penyediaan sarana dan prasarana pasar menuju pasar yang bersih, sehat dan nyaman," paparnya.

Tak lupa, Romi bertekad mewujudkan pasar-pasar tradisional menjadi tempat pelayanan terpadu pengurusan perizinan sebagai pelayanan berbasis online. "Bukan hanya di mal, nantinya masyarakat Kota Bekasi bisa melakukan proses pelayanan perijinan secara terpadu di pasar tradisional, tidak perlu repot lagi datang ke kantor dinas," katanya.

Dengan beberapa luncuran program ini, Romi oprimistis bakal terwujud pasar tradisional yang tertib, bersih, aman dan nyaman. "Tidak ada lagi pasar yang kumuh, sumpek san semrawut. Inilah sasaran kami mewujudkan impian masyarakat agar menjadi kenyataan," pungkasnya. (Mulyono)

Berita pilihan

iklan12018090420_IMG-20180904-WA0015.jpg