Nasib Terkatung, Solidaritas Mahasiswa Bekasi Bakal Gugat STIE Adhy Niaga

administrator 13 Juni 2018 daerah
imgdetail2018061323130019.jpg

 

Bekasi Selatan - Tiga tahun sudah nasib mahasiswa generasi bangsa yang tidak memiliki kejelasan akibat oknum black market dunia pendidikan. Nasib para mahasiswa ini merupakan dampak dari dinon-aktifkannya Kampus STIE Adhy Niaga.

Sanksi yang diturunkan oleh Kemenristekdikti ini atas dasar hasil inspeksi mendadak (Sidak) atau audit akademik. Berdasarkan hasil audit ini, pihak kampus dinilai tidak bisa mempertanggungjawabkan atas aktivitas bisnisnya. Sesuai perundang-undangan yang berlaku, maka STIE Adhy Niaga tidak diperkenankan melakukan penerimaan mahasiswa baru atau pindahan. STIE Adhy Niaga, juga tidak diperkenankan menyelenggarakan kegiatan pendidikan.

Melalui aksi demonstrasi damai yang digelar di Taman Kota, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Rabu (13/6), Solidaritas Mahasiswa Bekasi berencana menggugat yayasan pengelola STIE Adhy Firdaus secara hukum.

Menurut Koordinator Aksi, Adhwan Ardiansyah, dengan sanksi yang dijatuhkan oleh Kemenristekdikti, maka pihak kampus tidak diijinkan menyelenggarakan wisuda. "Dengan demikian, berarti ijazah yang diterbitkan kampus ini tidak diakui," tegasnya.

Ardi mengaku prihatin karena sudah tiga tahun Iamanya mafia pendldlkan bisa lenggang kangkung di Kota Patriot. "Ini menjadl pertanyaan terkait supremasi hukum di Kota Bekasi. Jetas bahwa mafia tersebut melakukan penipuan atas tindakannya yang membuka usaha dan tidak memberikan nilai tukar yang sudah dikeluarkan oleh mahasiswa berupa blaya pendldlkan," paparnya.

Maka dari itu, Ardi menegaskan, Solidaritas Mahasiswa Bekasi menuntut agar Kemenristekdikti bisa menginventarisir eks mahasiswa STIE Adhy Niaga untuk direkomendasikan ke perguruan ringgi lainnya guna melanjutkan pendidikan. "Kami juga mendesak penegak hukum Polrestro Bekasi Kota mengusut tuntas kasus penipuan Yayasan STIE Adhy Niaga yang dilakukan kepada eks mahasiswa," imbuh dia.

Selain itu, Ardi mengharapkan agar DPRD Kota Bekasi segera membentuk panitia khusus (Pansus) terkait kasus ini. "Yang terpenting, pihak Yayasan STIE Adhi Niaga harus bertanggungjawab terhadap nasib eks mahasiswa dan mengganti seluruh kerugian yang mereka derita," ulasnya.

"Adapun langkah strategi yang akan kami lakukan, antara lain akan segera membuka Posko Pengaduan untuk eks mahasiswa dan melakukan konsolidasi solidaritas kepada seluruh perguruan tinggi di Kota Bekasi. Kami juga akan melakukan penyampaian aspirasi atau aksi ke DPRD Kota Bekasi, DPR RI, Kantor Kemenristekdikti, Istana Presiden, dan Polrestro Bekasi Kota, agar kasus ini bisa diungkap secara tuntas dan terang-benderang," pungkasnya. (Mulyono)

Berita pilihan

iklan12018090420_IMG-20180904-WA0015.jpg