Defisit Masuk Ranah KPK, Intan: Memangnya Ada Kerugian Negara ?

administrator 10 September 2018 daerah
imgdetail2018091013440021.jpg

Intan Sari Geny Ketua Umum Indonesian Fight Corruption 

Bekasi Selatan - Asumsi terjadinya defisit anggaran di Kota Bekasi masih memecikkan beragam sikap di kalangan masyarakat. Kondisi ini semakin menarik setelah ada pihak yang membawa permasalahan defisit anggaran ini agar duperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Namun, Ketua Indonesia Fight Corruption (IFC) Intan Sari Geny menganggap pelaporan masalah defisit ini 'salah kamar'. "Tahun anggaran kan belum berakhir, masih terlalu dini mengasumsikan adanya defisit anggaran di APBD Kota Bekasi," tegasnya saat diajak berbincang, Senin (10/9) pagi.

Intan lalu mempertanyakan korelasi permasalahan defisit ini dengan ranah penyelidikan KPK. "Memangnya ada kerugian negara yang disebabkan oleh defisit ini," ujar Intan dengan nada bertanya.

"KPK itu hanya menyikapi jika ada kerugian negara, seperti indikasi dugaan korupsi di dalam APBD. Maka tidak nyambung antara defisit anggaran dan KPK," imbuh Intan.

Lebih lanjut, Intan membantah penggunaan dana APBD Kota Bekasi yang membengkak tahun ini untuk kepentingan pencitraan Wali Kota Bekasi Terpilih, Rahmat Effendi. "Lho, anggaran yang terserap untuk program Kartu Sehat Berbasis NIK dalam APBD ini kan untuk kepentingan masyarakat, dan prgram yang berjalan telah memberikan manfaat besar untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kota Bekasi," ulas Intan.. 

Intan lalu berharap kepada semua pihak agar tidak terburu-buru menganggap APBD Kota Bekasi tahun 2018 mengalami defisit. "Kita tunggu saja hasil audit BPK RI tahun depan, sehingga jelas semua," pungkasnya. (Mulyono)

Berita pilihan

iklan12018090420_IMG-20180904-WA0015.jpg