Raker Karang Taruna Sumurbatu Hasilkan Program Unggulan Budi Daya Jahe Merah

administrator 28 Oktober 2018 daerah
imgdetail2018102820200028.jpg

 

Bogor - Ada satu catatan yang terangkum dalam kegiatan Rapat Kerja (Raker) Karang Taruna Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, yang dilaksanakan di kawasan Ciloto, Bogor. Raker yang berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu (27/10) hingga Minggu (28/10) ini menghasilkan satu program unggulan yang berbasis terhadap kreatifitas kepemudaan dan kepedulian lingkungan.

Kegiatan ini dihadiri anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Golkar Komarudin, Lurah Sumurbatu Abdul Rohim, dan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Sumurbatu H Nengkin. Sedangkan peserta Raker sebanyak 60 orang yang berasal dari kalangan pengurus Karang Taruna yang ada di wilayah Kelurahan Sumurbatu.

Ketua Panitia Pelaksana, Jhoni Saputra, menjelaskan kegiatan Raker ini untuk merancang program kerja yang akan dilaksanakan jajaran Karang Taruna Kelurahan Sumurbatu untuk tahun 2019. "Dari beberapa program yang kami rencanakan, ada satu program kerja unggulan yakni penelitian bidang pertanian terkait budi daya tanaman jahe merah dengan menggunakan pupuk kompos dari IPLT," ulasnya.

Jhoni menilai budi daya jahe merah ini memiliki nilai ekonomis sekaligus memanfaatkan potensi sumber daya yang yang ada di lingkungan masyarakat. "Bisa dikembangkan di halaman rumah, dan program ini untuk memupuk rasa peduli masyarakat terhadap lingkungan," ujarnya.

Secara teknis, Jhoni memaparkan pihaknya akan memberikan bibit-bibit jahe merah kepada masyarakat, dan pihaknya akan melakukan pemantauan terhadap perkembangannya setiap bulan. "Untuk sementara kami melakukannya secara mandiri, kebetulan beberapa pengurus Karang Taruna Sumurbatu memiliki keahlian teknis menanam jahe merah, dan kami tinggal mengembangkannya," kata dia.

Jika sudah berkembang, Jhoni menyebutkan jajaran Karang Taruna Sumurbatu berencana membentuk koperasi yang akan membantu pemasaran produksi tanaman jahe merah ini. Saat ini pihaknya sudah melakukan ujicoba terhadap penggunaan pupuk kompos yang dia sebut dengan istilah 'Koma' untuk perkembangan tanaman jahe merah.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Bekasi, Konarudin, menyambut positif program unggulan budi daya jahe merah yang akan dilaksanakan Karang Taruna Sumurbatu. "Teman-teman di Karang Taruna Sumurbatu ini sudah sangat luar biasa menjalankan program kerja organisasi yang penuh kreatifitas dengan menggali potensi sumber daya yang ada," ungkap Komarudin.

"Program ini menjadi bukti bahwa masyarakat Sumurbatu peka terhadap potensi sumber daya yang ada di wilayahnya. Program ini bukan sebatas bagaimana cara menanam jahe merah, tapi lebih mengedepankan pemanfaatan sumber daya yang ada, misalnya IPLT yang bisa dikelola menjadi pupuk Koma," ungkapnya.

Komarudin optimistis penggunaan pupuk Koma akan lebih baik untuk budi daya jahe merah. "Pupuk ini sudah diujicoba untuk tanaman cabai, dan hasilnya luar biasa, lebih baik ketimbang menggunakan pupuk kandang," katanya.

"Nah saat ini juga sedang ada ujicoba budi daya jahe merah menggunakan pupuk Koma. Tinggal kita lihat hasilnya nanti, semoga lebih baik lagi," ujarnya.

Jika program ini dapat dijalankan secara maksimal oleh jajaran Karang Taruna Sumurbatu, Komarudin berkayakinan program ini menjadi percontohan terhadap pengembangan sektor ekonomi bagi masyarakat. "Ini benar-benar akan menjadi program unggulan yang memotivasi seluruh kalangan masyarakat di Sumurbatu," pungkasnya. (Mulyono)

Berita pilihan

iklan12018090420_IMG-20180904-WA0015.jpg