Pemkot Bekasi Jangan Terlalu Mengalah Ikuti Aturan DKI Jakarta

administrator 01 Desember 2016 daerah
imgdetail2016120111250004.jpg

Bantargebang - Masyarakat Kelurahan Ciketingudik, Kecamatan Bantargebang, menerima kebijakan Pemerintah Kota (Penkot) Bekasi terkait pencairan dana kompensasi sampah Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang melalui rekening bank. Bahkan perubahan mekanisme ini sangat membantu tugas para pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) yang sebelumnya mengelola dana tunai untuk masyarakat dari konpensasi sampah ini.

Sekedar diketahui, Pemkot Bekasi merubah mekanisme penyaluran dana kompensasi untuk 18.024 kepala keluarga yang ada di tiga kelurahan, yakni Kelurahan Ciketingudik, Cikiwul dan Sumurbatu. Kini warga penerima kompensasi bisa langsung menerima haknya melalui rekening bank milik mereka masing-masing tanpa melalui pihak LPM tingkat kelurahan.

"Perubahan mekanisme ini sangat mambantu tugas LPM. Lagi pula, tidak akan ada lagi tudingan dan tuduhan miring dari stakeholder tentang adanya dugaan pemotongan uang untuk masyarakat atau manipulasi data warga penerima uang kompensasi sampah," ujar Ketua LPM Ciketingudik, Tajiri, kepada bekasicenter.com, Kamis (1/11).

Namun, Tajiri mengingatkan Walikota Bekasi agar jangan dulu menarik nafas lega karena kebijakan ini diterima masyarakat. "Kan mekaniame ini belum berjalan, jadi masyarakat belum tahu untung dan ruginya kebijakan baru ini," tegasnya. 

"Kalau suatu saat nanti justru merugikan dan merepotkan masyarakat, bukan tidak mungkin masyarakat akan bergerak melakukan protes kepada Penkot Bekasi. Ya untuk saat ini masyarakat bisa menerimanya kok," imbuh Tajiri.

Lebih lanjut, Tajiri mengingatkan Walikota Bekasi agar jangan terlalu sering memberi kebijakan yang langaung bersentuhan dengan masyarakat terkait TPST Bantargebang. "Alangkah lebih berwibawa jika Walikota tetap mengawasi teknis pengelolaan TPST Bantargebang, apakah sudah sesuai dengan mekanisme yang benar atau masih melenceng dari harapan masyarakat," ulas dia.

Selain itu, Tajiri berpesan kepada Pemkot Bekasi agar tidak terlalu mengalah dwngan kebijakan atau aturan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. "Wajar kalau DKI Jakarta kasih kompensasi, ini kan imbas dari sampah yang mereka buang yang membuat lingkungan masyarakat kami menjadi kumuh dan semrawut, jauh dari kesan sehat dan bersih," katanya.

"Bagaimana pun, Walikota merupakan bapaknya masyarakat Kota Bekasi termasuk masyarakat Kecamatan Bantargebang. Ya harus bisa membela, mengayomi dan mendengar setiap keluhan yang disuarakan masyarakat," pungkasnya. (Mulyono)

Berita pilihan

iklan12018090420_IMG-20180904-WA0015.jpg