Kota Bekasi Jadi Kota Pertama Revitalisasi Parkir Liar Berbasis Teknologi

administrator 01 Februari 2017 teknologi
imgdetail2017020122155079.jpg

 

Bekasicenter.com - Fenomena juru parkir liar di Kota-kota besar menjadi masalah yang perlu penanganan secara komperhensif, tidak hanya masalah pendapatan daerah tapi juga lebih ke penanganan aspek sumber daya manusia

Kota Bekasi menjadi kota pertama untuk merevitalisasi parkir liar secara bertahap. Maka dengan ini dipandang perlu adanya perubahan sistem parkir liar kedalam system aplikasi berbasis teknologi.

“Saya ingin menciptakan sesuatu di mana orang dapat dilayani, dan kita keluarkan aplikasi perparkiran yang handal berbasis teknologi yang manusiawi, ini aplikasi yang memudahkan transaksi menuju era cashless dan branchless di Indonesia,” kata Founder Jukir.co, Budi Hartono kepada bekasicenter.com Rabu, (01/2)

Budi menerangkan, aplikasi Jukir.co sendiri memiliki beberapa fitur pembayaran baik tunai maupun non tunai yang dilakukan oleh juru parkir dimanapun dan kapan pun. Lokasi parkir sendiri kata dia, dimonitoring 24 jam secara online dan real time.

Saat ini, lanjut Budi, di Kota Bekasi sendiri sudah ada 40 titik Jukir Profesional dari target 5.000 jukir dari ratusan titik parkir liar yang membocorkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bekasi.

“Pertama kita sosialisasikan di Galaxy, dan sekitarnya, dan ada besok disusul kota - kota besar seperti DKI Jakarta, Tangerang, Tangerang Selatan, Bandung, Palembang dan Pangkalan Pinang, dan terus akan merambat ke kota besar lainnya di Indonesia,” papar dia.

Menurut Budi, aplikasi yang tersambung di aplikasi Playstore ini pertama kali di Dunia, di mana PAD dan keberadaan juru parkir liar dapat di integrasikan kedalam satu sistem yang transparan.

Sambung Budi mengatakan, adanya aplikasi Jukir.co maka pemerintah daerah bisa dengan transparan melihat pendapatan parkir secara real time dimana juru parkir mengoprasionalkannya memalui smartphone.

Untuk Juru parkir sendiri sebut Budi, bisa mendapatkan keuntungan tersendiri. Sebab kata Budi, 30 persen dalam sehari penghasilan masuk dalam PAD dan 20 Persen masuk dalam perusahaan sebagai pihak ketiga

“Misalnya, juru parkir mendapatkan Rp100 ribu salam sehari, ya sisanya itu untuk mereka, dan sekarang tidak mungkin dia mendapatkan Rp100 ribu dalam sehari, malah bisa mencapai Rp300 ribu, dan ini juga sangat menguntungkan mereka dan pemerintah,” tutur dia.

Selain itu lanjut Budi, pendapatan juru parkir yang dinaungi Jukir.co secara otomatis langsung di pangkas masuk dalam PAD. Jadi, tidak lagi pihah swasta menyetorkannya langsung ke pemerintah daerah. (red)

Berita pilihan

iklan12018090420_IMG-20180904-WA0015.jpg