Kartu Sehat Berbasis NIK Bisa Jadi Percontohan Nasional

administrator 03 Agustus 2017 keunikan
imgdetail201708031911csay.jpg

 

Bantargebang - Sudah menjadi pemandangan yang biasa, jika setiap ada kegiatan penyerahan Kartu Sehat Berbasis NIK (Nomor Induk Kependudukan) selalu dipenuhi kehadiran masyarakat. Hal ini dikarenakan tingginya antusiasme masyarakat yang ingin memiliki 'kartu sakti' untuk jaminan pelayanan kesehatan yang cepat, gratis dan memadai ini.

 

Sikap antusias yang tinggi juga ditunjukkan masyarakat Kecamatan Bantargebang saat pendistribusian Kartu Sehat Berbasis NIK yang berlangsung di wilayah Kelurahan Cikiwul, Kamis (3/8). Terlebih lagi, penyerahan Kartu Sehat Berbasis NIK dilakukan langsung oleh Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

 

Kehadiran sosok penggagas 'kartu sakti' didampingi anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Golkar, Komarudin, Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar Kecamatan Bantargebamg, Suciati. Sementara, kegiatan ini dikoordinir langsung oleh pengurus Korwil IV Barisan Muda Pendukung Tetap Rahmat Effendi (BM Peterpen).

 

Saat menyampaikan sambutannya, Wali Kota Bekasi menegaskan Kartu Sehat Berbasis NIK ini memiliki manfaat yang luar biasa bagi masyarakat, terutama di bidang pelayanan kesehatan masyarakat. "Seluruh masyarakat Kota Bekasi memiliki hak sama untuk memperoleh Kartu Sehat ini tanpa terkecuali," tegasnya.

 

Masyarakat pegang Kartu Sehat Berbasis NIK mempunyai jaminan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUD Kota Bekasi dan rumah sakit swasta. Jika ada rumah sakit yang menolak, maka Wali Kota mengancam akan langsung mencabut ijin operasionalnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Korwil IV BM Peterpen, Rusdi, menjelaskan jumlah total penerima Kartu Sehat Berbasis NIK untuk wilayah Kecamatan Bantargebang sebanyak 1.035 orang. "Sedangkan untuk penyerahan simbolis ini sebanyak 600 masyarakat yang menerima Kartu Sehat ini," ulas dia.

 

Rusdi mengakui tingginya antusiasme masyarakat terhadap program ini. "Bahkan kami sempat keteteran melayani minat warga yang ingin memiliki kartu sakti ini, tapi alhamdulillah bisa kami layani masyarakat secara maksimal," katanya.

 

Jika dilihat dari manfaat yang dirasakan masyarakat, Rusdi menyatakan setuju jika program ini menjadi percontohan bagi para kepala daerah dari kota dan kabupaten lain. "Program ini layak menjadi pilot project para walikota atau bupati lain, ini bisa jadi percontohan tingkat nasional,: pungkas dia. (Mulyono)

Berita pilihan

iklan12018090420_IMG-20180904-WA0015.jpg